Brutalisme Yahudi dan Kristen Terhadap Islam - 2



Di belahan dunia Barat lain yang identik dengan atmosfir “yahudi-nasrani”, umat Islam juga sering teraniaya. Di Australia, Oktober 2006, sejumlah orang dari kelompok ekstrem telah menaruh bangkai kepala babi di depan salah satu masjid di selatan Wales. Kepala babi yang sudah terputus ditemukan di luar masjid ‘El-Jamea’ di kawasan Newport, selatan Wales.

Selain itu, sebuah masjid di sebelah barat Australia juga telah dihujani peluru ketika sekitar 400 orang di dalamnya tengah melakukan shalat. Kantor berita Reuters memberitakan, pada Kamis malam Jum’at 28 Sep 2006 lalu, sebuah peluru ditembakkan dari sebuah mobil box ke arah pintu lantai dua masjid yang berada di pinggir salah satu kota Perth, ibukota Australia Barat. Untungnya, kaum wanita dan anak-anak yang juga berada di dalamnya tidak mengalami cedera sedikit pun.

Di Romania, seorang pemuda berusia 28 tahun yang belum lama masuk Islam, ditahan untuk selama 29 jam. Florine Lees, dituduh tengah berencana melakukan aksi serangan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Juru bicara Badan Intelijen Rumania (BIR), Marius Perkaroo menyebutkan, tersangka banyak terlibat dalam berbagai kegiatan perkemahan kaderisasi Islam sejak tahun 2002 yang secara rutin diadakan di sana. BIR telah mengawasi gerak-gerik tersangka selama lebih dari setahun, menuduh Florine Lees telah menyiapkan beberapa aksi serangan teroris terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika yang berada di Romania.

Di Belgia, dua wanita muslimah yang berprofesi sebagai guru di Brussel (ibukota Belgia) dipecat dari tugasnya karena bersikukuh mengenakan jilbab. Kedua muslimah itu bertugas di dua sekolah dasar di Brussel, yang satu di kawasan Etterbejt dan yang satu lagi di kawasan Sant Petrous. Alasan keputusan pemecatan itu adalah berdasarkan peraturan kementerian dalam negeri yang berlaku atas sekolah-sekolah Belgia dimana tidak mengizinkan para murid dan karyawan di sekolah untuk mengenakan pakaian yang dinilai sebagai simbol agama tertentu. Kedua guru Muslimah tersebut telah memutuskan untuk mulai menjalankan keputusan pemecatan itu. Keputusan itu dikeluarkan karena keduanya bersikukuh untuk tetap mengenakan jilbab setelah sekian banyak teguran dan tuntutan disampaikan kepada mereka agar mencopot hijab yang mereka kenakan.

Pertengahan Oktober 2006, Romano Prodi PM Italia yang baru, ikut bergabung ke dalam barisan pemimpin-pemimpin negara Barat yang mengkampanyekan anti neqab, khususnya dan busana muslimah secara umum. Prodi menyatakan, neqab membuat hubungan antara sesama masyarakat menjadi lebih sulit. Pernyataan itu merupakan bentuk dukungan Prodi terhadap pernyataan-pernyataan yang sebelumnya dikeluarkan oleh mantan menlu Inggeris dan ketua majlis umum Inggeris, Jack Straw seputar neqab yang sempat mengundang perdebatan di tengah publik Inggeris.

Sebelumnya, Jack Straw telah melancarkan propaganda anti busana Muslimah di Inggeris dengan klaim neqab melambangkan ungkapan nyata untuk melepaskan diri dan berbeda. PM Inggeris, Tony Blair mendukung pandangan Straw dan menyebut neqab sebagai ‘tanda melepaskan diri’. Sikap serupa juga diambil menteri urusan imigran dan pemerintahan domestik Inggeris, Phill Woulas yang ikut bergabung dengan para penyerang neqab. Ia mengklaim, menggunakannya dapat menyebabkan rasa takut dan muak.

Di Belanda, awal Mei 2006 lalu, pihak intelijen militer di sana meminta dilakukan pemecatan terhadap sejumlah prajurit militer beragama Islam yang dinilai radikal dari dinas kemiliteran dan pasukan pembela kerajaan Belanda. Karena, diangap membahayakan militer Belanda, juga diduga bisa mempengaruhi prajurit-prajurit lainnya di kemiliteran Belanda dan pasukan pembela kerajaan melalui pemikiran-pemikiran yang ekstrem.

Jenderal Pert Peedon Direktur intelijen militer independen mengatakan, keberadaan prajurit Muslim dalam pasukan militer Belanda dapat menjadi ancaman bila terjadi pengiriman pasukan ke luar negeri, khususnya ke negara-negara Islam seperti Afghanistan. Peedon menuduh, prajurit Muslim yang sekarang berjumlah 3-7 persen dari 60 ribu prajurit Belanda, bisa jadi membelot dari barisan pasukan militer Belanda atau menyebarkan pemikiran Islam yang dapat merugikan citra pasukan militer yang diutus Belanda ke luar negeri.

Permusuhan dan kebencian tanpa alasan rasional terhadap Islam (phobia), sejatinya dibentuk juga oleh rasa khawatir dan cemas atas nasib peradaban Barat yang identik dengan Kristen. Pertumbuhan umat Islam dan sarana ibadahnya kian meningkat dari tahun ke tahun.

Di Jerman, awal November 2006 lalu, seorang Rahib warga Jerman ditemukan tewas setelah membakar dirinya. Tindakan nekad ini dilakukan Roland Fislberg sebagai bentuk protes atas berkembang pesatnya agama Islam di berbagai ibukota dan kota-kota Eropa. Fislberg menuangkan bensin ke bajunya lalu menyulutnya dengan api di lapangan Deir, kota Eirvort, bagian tengah Jerman, hari Rabu 1 Nov 2006. Fislberg melalui suratnya menuliskan, ia membakar diri untuk memberikan peringatan akan bahaya kebangkitan Islam di benua Eropa. Selama empat tahun terakhir, ia telah menunjukkan kecemasannya atas perkembangan pesat Islam di mana ia menuntut pihak gereja Luther untuk mengambil sikap tegas dan serius terhadap hal tersebut.

Kecemasan Fislberg memang beralasan. Menurut suratkabar Field seperti yang dikutipnya dari sebuah penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Arsip Islam menjelaskan, Masjid yang memiliki menara dan kubah meningkat jumlahnya di Jerman sejak tahun 2004 dari 141 menjadi 159 masjid. Sementara 128 masjid lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Sementara itu, hasil survai pengembang perumahan yang dilakukan Dresdner Bank memperkirakan akan berkurangnya jumlah gereja di Jerman selama beberapa tahun ke depan. Ritual yang disebut Penyucian Agama di 96 gereja dari total 350 gereja di bawah keuskupan Essen saja tinggal menunggu waktu untuk dihentikan. Demikian pula, sejumlah bangunan gereja telah dialih fungsikan untuk tujuan lain. Sebagaimana dilaporkan harian Bild.

Kekhawatiran dan kecemasan seperti Fislberg juga terjadi di Austria. Sebuah riset yang dipublikasikan akhir November 2006 lalu menyebutkan, seperempat penduduk Austria akan menjadi pemeluk Islam, sedangkan sepertiga bocah di bawah usia 15 tahun di negeri itu akan menjadi pemeluk Islam pada pertengahan abad ini. Penelitian yang dibuat Institut Wina Untuk Studi Demografi dan Akademi Sains Austria menyebutkan, berdasarkan beberapa prediksi awal, jumlah umat Islam mungkin akan meningkat di Austria 14% hingga 26% pada tahun 2051 nanti. Seperti dilansir suratkabar Day Press, terlepas dari masalah imigrasi, jumlah masyarakat Muslim di Austria meningkat dengan sangat tajam, wanita Muslimah di Austria memiliki 2 hingga 3 anak sementara wanita Katholik rata-rata hanya melahirkan satu orang anak.

Di Spanyol juga demikian. Awal Oktober 2006 lalu, aparat keamanan di propinsi Catalonia, Spanyol, yang mencemaskan perkembangan Islam di propinsi itu mengumumkan, sebagian kelompok Islam mulai berusaha menyebarkan agama Islam di propinsi Catalonia sebagai upaya mengembalikan eksistensi Islam di semenanjung pulau Iberia yang dulu Islam pernah eksis di sana selama 8 abad.

Awal September 2006, Lembaga Penelitian milik pemerintah Belanda mempublikasikan sebuah laporan yang antara lain menyatakan, jumlah umat Islam di negeri itu akan meningkat menjadi 8 persen dari total penduduk Belanda pada tahun 2020 nanti dari angka sebelumnya 6 persen. Sementara jumlah penganut Kristen akan terus berkurang secara signifikan. Laporan itu menyiratkan, persentase umat Katholik akan menurun menjadi 10 persen dari total penduduk Belanda dari sebelumnya 17 persen pada tahun 2004. Laporan itu juga mengatakan, persentase orang-orang yang mengunjungi gereja di antara para jema’atnya juga benar-benar telah menurun menjadi 38 persen dari 67 persen pada tahun 1970.

Di Denmark pertengahan Juli 2006, suratkabar Verlinseek Tezn mewartakan, sejak tragedi 11 September 2001 lalu, agama Islam mulai mendapatkan sambutan yang cukup besar. Banyak warga Denmark, khususnya usia pancaroba dan pemuda yang tertarik dengan Islam. Perhatian warga Denmark terhadap Islam menimbulkan kecemasan yang cukup besar di kalangan gereja rakyat, di antaranya yang ditunjukkan pendeta kota Vyoburg, Karstein Nessen: “Masuk Islamnya sebanyak 2500 warga Denmark merupakan pertambahan yang di luar kebiasaan dan dalam fase yang sangat berdekatan. Ini menjadikannya sebagai satu dari sekian banyak problem.”

Di Amerika, meski Presidennya ( Bush ) gencar mencitrakan Islam dengan aksi radikal, kekerasan dan bahkan terorisme, namun pada kenyataannya penganut agama Islam terus saja menunjukkan peningkatan dan eksistensinya. Di Washington dan sekitarnya, jumlah warga Amerika yang masuk Islam terus meningkat. Mayoritas dari mereka itu sebelumnya adalah penganut Kristen Katholik di mana usia mereka rata-rata antara 20-40 tahun. Menurut mereka, Islam telah menjawab sekian banyak pertanyaan yang selama ini berkecamauk di kepala mereka.

Tidak hanya di Amerika, bahkan di Israel juga. Saluran 7 TV Israel akhir Juli 2006 menyebutkan, jumlah wanita-wanita Yahudi yang memeluk Islam dan menikah dengan pria muslim meningkat sepanjang tahun 2006 ini. Berdasarkan catatan kantor urusan kependudukan Israel, setiap tahun sekitar 35 wanita Yahudi memeluk Islam. Akan tetapi sepanjang tahun 2006 ini dimana baru paroh pertamanya saja jumlah wanita-wanita Yahudi yang masuk Islam sudah mencapai 42 orang.

Fakta-fakta di atas menunjukkan, memang bukan sekedar Islamophobia yang mendasari kebencian Yahudi dan Nasrani, tetapi kekhawatiran dan kecemasan atas semakin meningkatnya perkembangan Islam dan umatnya di belahan dunia. Eropa yang Kristen akan terkikis identitasnya, sebagaimana dikhawatirkan Paus Vatikan, Benediktus XVI. Padahal, bukan Islam yang menyebabkan identitas itu meredup tetapi terutama semakin bertambahnya kasus cerai, aborsi dan seks menyimpang yang menggerogoti masyarakat Eropa. Kondisi inilah yang sesungguhnya akan membuat Eropa semakin kehilangan identitas Kristennya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Akhlak (18) Bibel (6) Dakwah (38) Hak Azazi Manusia (13) Islam (23) Jihad (17) Kristen (19) Liberalisme (46) Mualaf (9) Muslimah (15) Natal (2) Orientalis (8) Peradaban (42) Poligami (9) Politik (29) Ramadhan (10) Rasulullah (22) Ridha (4) Sejarah (38) Tasawuf (24) Tauhid (16) Tawakal (3) Teroris (12) Trinitas (8) Yahudi (36) Yesus Kristus (34) Zuhud (8)