Siapakah orang Kristen itu? ( 3 )






Kenaikan Yesus bisa terjadi sewaktu Yesus masih hidup, shg dia diselamatkan, sedangkan kebangkitan , kita menemukan, bahwa tidak mungkin terjadi sebelum Yesus wafat terlebuh dahulu. Dari sudut pandang semua ayat yang menyatakan tentang kenaikan Yesus dan diselamatkanya dari kematian, bukti ini lebih menguatkan bahwa kenaikan Yesus oleh Tuhan adalah dalam keadaan hidup dengan maksud untuk menyelamatkan dari kematian. ( Sebelumnya )
 
Konsep "kebangkitan Yesus" didalam Injil tdk dianggap sehingga kejadian yang unik, sehingga kejadian ini tidak bisa dijadikan bukti untuk menguatkan ketuhanan Yesus.
"And the graves were open; and many bodies of the Saints who had fallen asleep were raised, and coming out of the graves after his resurrection, they went into the holy city and appeared to many." #52 (Mathew 27:52-53) (Dan kubur-kubur itu dibuka; dan mayat-mayat dari murid murid yang tertidur itu bangkit dan keluar dari kuburan setelah dibangkitkan, mereka lalu pergi ke kota dan terlihat oleh orang banyak)

Konsep dari kebangkitan sebenarnya diperkenalkan oleh Paus yang tidak pernah melihat Yesus waktu hidup. "Remember that Jesus Christ of the seed of David was raised from the dead according to my gospel." #53 (2 Timothy 2:8) (Ingat bahwa Yesus Kristus anak dari david dibangkitkan dari kematianya menurut Injil ku)

Paus lah yang juga mula-mula menyatakan bahwa Yesus itu anak Tuhan:  

"Immediately he (Paul) preached the Christ in the synagogues, that he is the son of God." #54 (The Acts 9:20) (Kemudian dengan segera dia (Paus) mengajarkan Kristus di synegog-synegog, bahwa dia adalah anak Tuhan)

Agama kristen sekarang sebagian besar merupakan ajaran dari Paus bukan ajaran Yesus. Kebebasan yang dimiliki Paus dalam mengubah ajaran Yesus sesungguhnya sangat mengkhawatirkan. Konsep tentang kebangkitan dan ketuhanan Yesus adalah salah satu ajaran utama yang ajarkan oleh Paus . Sedangkan hal-hal penting lain yang dianggab Suci oleh orang yahudi sayangnya justru di hapuskan oleh Paus. Perhatikan hal berikut:

"God said to Abraham, "You must agree to keep the covenant with me, both you and your descendants in future generations. You and your descendants must agree to circumcise every male among you"""" every male who is not circumcised will no longer be considered one of my people, because he has not kept the covenant with me." #55 (Genesis 17:9-14) (Tuhan mengatakan kepada Ibrahim, Kamu harus setuju untuk menjaga perjanjian denganKu, kamu dan keturunan-keturunanmu generasi yang akan datang. Kamu dan keturunan-keturunanmu harus setuju untuk melakukan Sunat bagi setiap laki-laki diantaramu""Setiap laki-laki yang tidak disunat tidak akan diakui sebagai pengikutku, karena dia sudah tidak menepati perjanjian denganku)

Pertama, Paus dengan mudah menyepelekan tentang sunat, yang dianggap ritual suci oleh orang Yahudi:

"Whether or not a man is circumcised means nothing" #56 (1 Corinthians 7:19) (Disunat atau tidak, lelaki itu sama saja (tidak mempunyai arti apa-apa)

Kemudian, Paus secara terbuka menentang praktik itu:

"I, Paul, tell you that if you allow yourself to be circumcised, it means that Christ is of no use to you at all" #57 (Galatians 5:2) (Saya, Paus, mengingatkan kamu jika kamu merelakan dirimu untuk disunat, itu berarti bahwa Kristus tidak berguna untukmu sama sekali)

Tidak mempunyai nilai sama sekali bahwa Yesus sendiri sebenarnya disunat.

Mungkin Paus menganggap dirinya sebagai utusan atau orangnya Tuhan, namun beberapa dari kalimatnya sendiri menentang bahwa dia seorang yang punya intregritas:

"I robbed other Churches, taking wages from them to minister to you." #58 (2 Corinthians 11:8) (aku merampok gereja-gereja, mengambil upah dari mereka untuk menolong kamu)

"What I am saying now is not what the Lord would want me to say; in this manner of boasting I am really talking like a fool." #59 (2 Corinthians 11:17) (yang aku katakan sekarang adalah bukan yang Tuhan kehendaki saya untuk mengatakanya, dengan sikap yang kuat ini saya sesungguhnya bicara seperti orang culun/bego/idiot)

"For you gladly tolerate anyone who comes to you and preaches a different Jesus." #60 (2 Corinthians 11:4) (karena kamu dengan senang mentoleransi orang yang datang dan mengajarkan tentang Yesus yang berbeda/lain)

Sedihnya kalimat-kalimat itu sekarang menjadi landasan terbesar dari ajaran Kristen.

Paus mengajarkan, bahwa untuk menjadi orang Kristen yang baik tidak perlu mengikuti hukum-hukum Musa, dan malah ini menjadi satu-satunya syarat agar dosa-dosanya bisa diampuni (iman penebus dosa)

Jika itu masalahnya, kita mungkin bertanya, lalu apa gunanya Yesus menghabiskan hidupnya yang terbaik untuk mengajarkan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan untuk bisa memasuki kerajaan surga? Ide naiv yang mengatakan cukup percaya pd Yesus dan otomatis akan mendapatkan tempat di surga adalah bertentangan dengan ajaran Yesus itu sendiri.

"Not everyone who calls me Lord will enter the kingdom of heaven, but only those who do what God in heaven wants them to do." #61 (Mathew 7:21) (Tidak semua orang yang memanggilku tuhan akan memasuki surga, tetapi cuma mereka yang mengerjakan apa-apa yang Tuhan disurga mengharuskan mereka untuk mengerjakanya)

Ini juga bertentangan dengan ajaran di Perjaanjian Lama dan Baru:

Perjanjian Lama:

"Also to you O Lord, belong mercy; for you render to each one according to his work." #62 (Psalms 62:12) (Juga kepadaMu oh Tuhan, cinta kasih dimiliki, kepadamu pembalasan akan dilakukan pd seeorang sesuai dengan apa yang dikerjakan)

"And will he not render to each man according to his deeds?" #63 (Proverbs 24:12) (apakah dia tidak akan memberi balasan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatanya?) "The righteousness of the righteous shall be upon himself, and the wickedness of the wicked shall be upon himself." #64 (Ezekiel 18:20)

Perjanjian Baru:

"Each of us shall give an account of himself to God." #65 (Romans 14:12) (Setiap orang akan mempertanggung jwabkan dirinya sendiri kepada Tuhan)

"Each one will receive his own reward according to his own labour." #66 (1 Corinthians 3:8) (Setiap orang akan menerima ganjaran sesuai dengan perbuatanya sendiri)

Ayat-ayat ini mnyatakan bahwa iman saja tidak cukup , tetapi ganjaran juga sangat tergantung dari pekerjaan, amal, kejujuran serta perbuatan.

Yang paling mengejutkan, bahwa dua ayat terahir (dari Roman dan Corintian), adalah merupakan kalimat dari Paus sendiri. Ini menunjukan bahwa paus tidak cuma menentang ajaran Yesus tetapi juga ajaranya sendiri.

Paus menyatakan bahwa ajaranya merupakan ajaran yang diturunkan secara langsung dari Yesus melalui sebuah visi. Ini tentunya menimbulkan pertanyaan penting sbb:

Apakah ajaran serta ayat yang diajarkan oleh Yesus itu tidak lengkap, Apakah dia harus melengkapinya setelah mati lewat orang lain? Yesus hidup dan menjalani hidupnya sepanjang hayat dan mengikuti hukum Musa, bahkan dia selalu memelihara , dia datang bukan untuk mengubah hukum yang sudah ada)

"Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil" #67 (The Bible, Mathew 5:17-18)

Dilain sisi, Paus membawa ajaran yang tidak pernah diajarkan oleh Yesus dan bertentangan dengan hukum/ajaran Musa.

Pertentangan ini membuat kita harus memilih satu diantara dua, karena tidak mungkin dua-duanya benar. Tentunya tanpa perlu dikatakan bahwa ajaran Yesuslah yang benar , dan siapa saja yang sungguh-sungguh percaya akan Yesus tentu akan mengikuti ajaranya, bukan ajaran Paus yang nonsense.

Karena perbedaan besar antara ajaran suci yang dibawa Yesus dengan inovasi korup yang dibawa Paus, maka ada benarnya jika Paus disebut oleh Heinz Zehmt sebagai " Sang Koruptor dari Injilnya Yesus" #68 (The Jesus Report, Johannes Lehman, p. 126), sementara Werde menyebut Paus sebagai "Penemu kedua AJARAN Kristen" #69 (Ibid. p.127).

Tuduhan terhadap Paus yang dinyatakan Injil adalah sbb:

"This man is trying to persuade people to worship God in a way that is against the law." #70 (The Acts 18:13) (Orang ini mencoba untuk membujuk orang-orang dalam menyembah Tuhan dengan cara yang bertentangan dengan Ajaran yang benar)

Tuduhan serius ini tidak bisa di abaikan begitu saja, mengingat peryataan Yesus:

"Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil" (jangan berfikir aku datang untuk menghancurkan hukum yang ada, aku datang bukan untuk merusak, tetapi untuk menyempurnakan)

Yesus hidup sepanjang hayatnya sebagai seorang Yahudi, dia sering ceramah disynegog-synegog, dan pengajaran kristen pada awalnya semua memakai synegog-synegog tsb. Tidak ada satupun bukti yang tertulis didalam Iinjil yang menunjukkan bahwa Yesus menganggab dirinya sebai penemu agama baru.

Pengajaran dasar setelah Yesus wafat masih mengikuti hukum/ajaran Yahudi. Kita mengetahui sbg contoh bahwa Simon Peter (Petrus) waktu berceramah setelah Yesus wafat masih mengatakan dirinya seorang Yahudi yang mengikuti agama Yahudi.

"I need not tell you that a Jew is forbidden by his religion to associate with one of another race." #71 (The Acts 10:28) (Saya tidak perlu mengatakan bahwa seorang Yahudi itu dilarang untuk bergaul dengan orang selain Yahudi).

Selanjutnya setelah wafatnya Yesus, ketika agama Kristen baru ditemukan dan diselewengkan dari ajaran Yesus yang benar,Paus, Barnabas dan pengikutnya diusir dari synegog-synegog karena mereka dituduh telah meracuni serta menyalahkan ajaran yang benar.

"But the Jews """" raised up persecution against Paul and Barnabas, and expelled them from their region." #72 (The Acts 13:50) (Tetapi orang-orang Yahudi ". Menghukum Paus dan Barnabas, dan mengusir mereka dari daerahnya)

Perlu diingat bahwa waktu itu Barnabas masih melakukan perjalanan dan pengajaran dengan Paus, namun ahirnya mereka berpisah setelah Paus menyimpang dari Injil yang asli.

Ajaran tentang Kebangkitan yang merupakan ajaran baru yang diajarkan Paus, kemudian ajaran ini ditentang disetiap synegog.

"And they took him (Paul) to the Areopagus saying: May we know what this new doctrine is of which you speak?" #73 (The Acts 17:19) (Dan mereka membawa Paus kepada Areopagus dan mengatakan, Bolehkah kita tau tentang doktrin baru yag kamu ajarkan itu?) 

Tentang Trinitas.

Tentang trinitas ini kita telah mengetahui bahwa tidak ada kata-kata tentang Trinitas di dalam Injil dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Dengan pengetahuan ini, maka kita menjadi sangat heran kenapa konsep ini justru menjadi dasar yang sangat kuat di dalam ajaran Kristen sekarang ini. Jika menjadi seorang Kriasten berarti harus berpegang teguh thd ajaran Yesus, maka memegang teguh prinsip Trinitas yang sama sekali tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tentunya bukan merupakan orang kristen yang sebenarnya.

Memang didalam Injil disebutkan tentang Bapa, Anak dan Roh Kudus seperti didalam Injil King James yang ditulis th 1611:

"For there are three that bear witness in heaven, the Father, the Word and the Holy Spirit and those three are one. And there are three that bear witness on earth; the Spirit the water and the blood, and these three agree as one." #74 (First Epistle of John 5:7-8) (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu. Dan mereka bertiga yang bersumpah di muka Bumi, Roh air dan Darah, dan ketiganya setuju bahwa mereka adalah satu)

Namun demikian, kalimat: (Mereka bertiga yang bersumpah di Surga, Bapa, Kalimatnya, dan Roh Kudus dan mereka bertiga adalah satu" telah dihilangkan di Versi standard yang direvisi th 1952 dan 1971, serta di Injil-Injil lain seperti terbitan yang punya tambahan di dalam huruf yunani.

Ayat yang sama dalam Injil berbunyi:

"And it is the spirit who bears witness, because the spirit is truth. For there are three that bear witness, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement." #75 (The American Standard Bible, First Epistle of John
5:7-8)

Di Injil Lain ayat yang sama:

"For there are three witness bearers, the spirit and the water and the blood, and the three are in agreement." #76 (New World Translation of the Holy Scripture, First Epistle of John 5:7-8)

Lebih jauh, Konsep Trinitas menawarkan hal yang sangat tidak masuk akal ketika membicarakan Bapa sebagai sang pencipta, Anak sebagai Penebus dosa dan Roh sebagai sang Spirit as Sanctifier!Konsep tidak masuk akal ini yang membawa kita kpd kepercayaan bahwa Tuhan itu tiga dengan masing-masing fungsinya, tentunya sangat bertentangan dengan konsep bahwa Tuhan itu satu yang kekal tiada bandingya..

Konsep Trinitas dirumuskan oleh Athanasius (seorang yang keblinger dari Alexandria Mesir) #77 (The History of Christianity, a Lion Handbook, p.172-177). Rumusan ini kemudian diterima pd pertemuan Nicaea th 325 AD atau tiga abad setelah wafatnya Yesus. Sehingga tidak aneh jika Paganisme roma berpengaruh besar pd ajaran ini yaituTiga kesatuan Tuhan. (the Triune God). Hari Sabath yang jatuh jhari sabtu diganti hari Minggu, Kelahiran Anak-Tuhan yang bernama Mithra pd tgl 25 Desember dikenalkan sebagai hari lahirnya Yesus. Serta banyak ajaran tradisi yang kemudian di transfer menjadi ajaran Kristen, seperti penggunaan Lilin, incense and garlands. Tradisi-tradisi ini pada awalnya ditentang oleh Gereja karena merupakan simbol dari tradisi Jahiliah, namun sekarang hal ini menjadi hal yang lumrah. ( Bersambung )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhlak (18) Bibel (6) Dakwah (38) Hak Azazi Manusia (13) Islam (24) Jihad (18) Kristen (19) Liberalisme (46) Mualaf (9) Muslimah (15) Natal (2) Orientalis (8) Peradaban (42) Poligami (10) Politik (29) Ramadhan (10) Rasulullah (22) Ridha (4) Sejarah (38) Tasawuf (24) Tauhid (17) Tawakal (3) Teroris (13) Trinitas (8) Yahudi (36) Yesus Kristus (34) Zuhud (8)