Siapakah orang Kristen itu? ( 2 )



Yesus adalah seorang yahudi yang hidup dan menyembah Tuhan sesuai dengan Hukumnya Musa. Yesus sendiri mengatakan:

"Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil" #26 (Mathew 5:17-18) (Jangan berfikir bahwa aku datang untuk mengganti hukum yang ada, aku datang tidak untuk menghancurkan tetapi untuk melengkapi)

Kata melengkapi ditujukan oleh Yeus terhadap Kitab sucinya orang Yahudi.kitab ini mengajarkan akan datangnya sang Messiah /Juru selamat, raja orang Yahudi. Kita tidak mendapatkan ajaran yang menyatakan akan datangnya Tuhan dalam bentuk manusia atau orang suci anak dari Tuhan. Semua ajaran menyatakan akan datangya Raja Yahudi bukan Tuhan. ( Sebelumnya )

Konsep Reinkarnasi Tuhan

Konsep reinkarnasi Tuhan yang datang kedunia sebagai seorang manusia, mungkin diterima oleh sebagian besar orang Kristen karena merupakan bayangan Tuhan yang nyata, konsep ini jauh lebih mudah untuk dimengerti daripada konsep Tuhan yang abstrak yang tidak mungkin bisa di lihat. Berfikir dengan konsep Tuhan sebagai manusia paling tidak bisa membantu untuk mendapatkan sesuatu untuk bergantung.

Konsep inkarnasi Tuhan ini bagaimana sempurnanya kelihatan di permukaan, pada kenyataanya tidak benar/konsisten secara filosofi ketuhanan karena alasan-alsan sbb:

Konsep Inkarnasi Tuhan merupakan kesalahan, karena konsep ini mengarahkan pendekatan manusia kepada Tuhannya hanya secara fisik.. Tujuan penurunan ayat adalah untuk memberi inspirasi agar manusia bisa mendekatkan diri secara bathin kepada Tuhannya, dan bukan Tuhan datang sendiri kedunia secara fisik untuk meyakinkan manusia.

Merupakan suatu ketidak adilan jika Tuhan harus datang sendiri hanya kepada seklompok manusia tertentu, sedangkan untuk manusia-manusia yang lain Tuhan hanya mengutus utusanya. Kita selalu diajarkan bahwa Tuhan mencintai semua orang tanpa membeda-bedakan, tetapi kenapa Tuhan harus menurunkan seseorang sebagai anugerah bagi sekelompok orang sedangkan yang lainya tidak?

Rencana global pengiriman utusan-utusan Tuhan ke dunia sepanjang sejarah adalah untuk memberi peringatan kepada manusia. Oleh karena itu turunya Tuhan kedunia dan menjelma sebagai seorang manusia mrp bentuk pengakomodasian kesalahan-kesalahan manusia dengan mengadakan perubahan rencana yang mendasar disisi Tuhan. Bahkan dengan mengadopsi perbuatan hanya untuk meng akomodasi keperluan manusia, merupakan tindakan yang menyebabkan Tuhan itu menjadi mempunyai sifat yang lemah.

Konsep Tuhan datang ke dunia dan mengalami penderitaan sendiri bertentangan dengan sifat Maha tinggi Tuhan itu sendiri. Alasan bahwa Tuhan sangat cinta kpd manusia shg Dia yang harus memikul penderitaan manusia karena kesalahanya, merupakan alasan yang sukar deterima, karena cinta Tuhan kpd manusia tdk berarti bertambah dengan Menukar penderitaan manusia kpd diri Tuhan itu sendiri. Konsep ini merupakan konsep ortodock dan tdk perlu, karena Cinta Tuhan kpd manusia sudah diberikan dengan sifatNya Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Konsep ini sama dengan seorang ayah yang karena cinta pd anaknya dan ingin memaafkan kesalahan anaknya mengatakan: anakku aku sangat mencintaimu, oleh karena kamu telah melakukan kesalahan terhadap diriku , maka aku akan memaafkan kamu dengan cara memukuli diriku sendiri"

Konsep Tuhan ber Inkarnasi, merupakan konsep yang bertentangan, karena orang yang diimajinasikan sebagai reinkarnasi tuhan yaitu Yesus, mempunyai dua sifat yang sangat bertolak belakang. Perbedaan ini antara dunia disini yaitu Bumi dengan Dunia sana"Surga" pertama dikemukakan oleh Plato. Ia menyatakan bahwa Dunia itu berubah, tdk sempurna dan terbatas, sedangkan Surga tidak. Konsep sama juga berlaku untuk perbandingan manusia dan Tuhan. . #27 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p.25)

Pada konsep Yesus sebagai inkarnasi Tuhan, Yesus dianggap sebagai pemersatu dua kutub yang berbeda. Sebagai Tuhan dia adalah tidak terbatas, sempurna dan Maha kuasa, tetapi sebagai manusia dia adalah terbatas, tidak sempurna dan tidak Maha Kuasa. Karena Yesus itu satu orang, maka dia menyandang dua sifat berurutan yang bertentangan sebagai orang yang terbatas dan tak terbatas, tidak mampu mengatasi semua keinginan dan mampu mengatasi semua keinginan, tidak sempurna dan sempurna dst. Jika ajaran itu sendiri mengandung pertentangan didalamnya, maka konsep bahwa Tuhan Berinkarnasi menjadi Yesus, bukan cume sekedar salah, tetapi merupakan bentuk kebohongan yang besar.

Konsep Inkarnasi Tuhan menjadi Yesus sebagai juru selamat yang mengajarkan bahwa penebusan dosa hanya bisa dicapai jika mempercayai Yesus, juga merupakan konsep yang tidak adil, karena berarti orang yang hidup sebelum Yesus mirip orang-orang tidak beruntung yang tidak bisa ditebus dosanya.

- Konsep Tuhan berinkarnasi menjadi Yeus bertentangan dengan ayat sebagai berikut: "No man shall see me and live" #28 (Exodus 33:20) (Tdk seorangpun bisa melihatku dan hidup)

Jika Tuhan datang kedunia menjelma sebagai seorang manusia, terlihat oleh manusia, bisa diraba oleh manusia, maka ayat diatas harunya salah serta tidak ada mempunyai arti.

- Konsep Yesus sebagai reinkarnasi Tuhan, juga mengundang pertanyaan serius tentang kemampuan Tuhan. Tuhan sebagai Yang Maha Sempurna, tidak pernah gagal dalam melakukan sesuatu. Dia hanya perlu mengatakan Jadi maka Jadilah. Dengan mengatakan Yesus adalah Tuhan yang datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari dosa dan menjadikan semua orang-orang yang berdosa menjadi orang yang beriman, kita dengan segera akan mendapatkan delima baru:

Tak seorangpun menyangkal tentang ajaran yang dibawa Yesus untuk semua manusia, impact serta pengaruhnya dalam kehidupan manusia, ataupun kitab sucinya yang dibawanya dari Tuhan. Namun demikian kenyataanya sampai sekarang di dunia masih banyak orang yang tidak percaya pada Yesus. Esensi dari Kebebasan tuhan adalah berbeda dengan esensi dari kebebasan manusia, seperti yang ditulis Don Cupitt. #29 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p. 19).

Tuhan disebut bebas/Kuasa esensinya bahwa Tuhan tidak pernah melakukan kegagalan dalam menjalankan keinginanya, Kemampuan-Nya tidak pernah sekalipun tertandingi, tergantung ataupun terbatasi. Jika Tuhan Berkata: Saya akan berinkarnasi dan menyelamatkan manusia, maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menyetopnya. Kegagalan dalam bentuk apapun ataupun betapa kecilnyapun merupakan bentuk tidak konsistent yang bertentangan dengan sifat kesempurnaan Tuhan.

Lebih jauh Gereja mempunyai tiga lagi alasan untuk mendukung konsep "Yesus Anak Tuhan" yaitu:
  1. Yesus diberkahi dengan Roh- Kudus atau Roh Suci.
  2. The virgin birth / Kelahiran dari Sang Prawan
  3. The nature of his miracles/ Sifat alam dari Mukjiyatnya

Injil memang dengan jelas mnyatakan bahwa Yeus diberkahi dengan Roh Kudus. Namun demikian Injil juga ternyata menyebutkan bahwa bukan cuma Yesus yang diberkahi dengan Roh Kudus, ayat berikut menyatakan bahwa John (Yahya) juga diberkahi dengan Roh Kudus:

"He will also be filled with the Holy Spirit." #30 (Luke 1:15) (Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus)

Kita juga di ajari hal yang sama tentang Zakaria , ayah Yahya yang lurus. Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus

"filled with the Holy Spirit" #31 (Luke 1:67)

Sekarang marilah kita lihat apa arti sebenarnya dari Roh Kudus. Pada waktu 200 th pertama setelah Yesus wafat, ketika Konsep trinitas belum dipakai / diadopsi oleh Gereja, Roh Kudus masih dimengerti sebagai Malaikat yang berkedudukan tinggi, bukan sebagai salah satu unsur dari Tuhan. Definisi ini didukung oleh beberapa ayat didalam Injil . Ayat-ayat tsb antara lain adalah :

"Now the birth of Jesus Christ was as follows: After his mother Mary was betrothed to Joseph, before they came together, she was found with child of the Holy Spirit" #32 (Mathew 1:18)

Sekarang perhatikan ayat ini:

"Now in the sixth month the angel Gabriel was sent by God to a city of Galilee called Nazareth, to a virgin betrothed to a man called Joseph of the house of David. The virgin's name was Mary." #33 (Luke 1:26-27)

Dari dua ayat tsb kita mengetahui bahwa Roh Kudus dan Jibril merupakan dua hal yang sama.

Dengan demikian arti bahwa seseorang itu diberkahi dengan Roh Kudus sama dengan arti bahwa Tuhan menolong/mensuport orang tsb dengan Malaikat Jibril sebagai pelindungnya.

The "Virgin Birth"

Gereja memakai konsep Kelahiran dari gadis sebagai upaya kuat untuk mendukung konsep "Anak Tuhan". Ajaranya adalah: Karena Yesus tidak mempunyai ayah manusia, ayahnya pasti Tuhan di Surga, dengan demikian dia adalah anak tuhan". Argumen sederhana untuk melawan tsb adalah mengemukakan argumen tentang Adam. Menurut Genesis, Adam tidak punya ayah atau ibu, sehingga dia adalah juga anak Tuhan. Dan memang Adam menurut Injil adalah Anak Tuhan:

"Adam the son of God" #34 (Adam Anak Tuhan) (Luke 3:38)

Dengan demikian karena kita keturunan Adam, apakah kita juga berhak disebut sebagai anak-anak Tuhan? Memang demikaian , kita semua adalah anak-anak Tuhan seperti disebut dalam Injil:

"Kita semua adalah anak-anak Tuhan" #35 (Romans 8:16)

"Kamu semua adalah anak dari Tuhan yang Hidup." #36 (Hosea 1:10)

"Diberkahi bagi orang-orang yang membuat perdamaian dan mereka adalahg anak-anak Tuhan" #37 (Mathew 5:9)

"Mereka yang dituntun oleh Rohnya Tuhan adalah Anak-anak Tuhan" #38 (Romans 8:14)

Apakah Gereja masih akan menyangkal ajaran Yesus bahwa kita adalah anak-anak Tuhan? Dan jika demikian maka Yesus pun mengatakan hal itu:

"I ascend to my father and your father, to my God and your God." #39 (John 20:17) (Aku naik kepada Bapa-ku dan Bapa-mu, Tuhan-ku dan Tuhan-mu) (Yahya 20:17)

Penyaliban.

Banyak riset telah dilakukan tentang penyalipan Yesus. Apakah yesus benar-benar di salib? Apakah Yesus mati di atas salib? Merupakan pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab. Orang-orang kristen tradisional yang hanya mengikuti kepercayaan, mempercayai bahwa Yesus disalib dan mati untuk mengambil dosa-dosa kita. Memang Injil memberikan bukti kuat bahwa Yesus disalib, namun Injil juga memberikan bukti kuat bahwa Yesus tidak mati disalib.

Kita membaca di Injil bahwa setelah Yesus ditangkap, atau mungkin sesaat sebelum ditangkap, Yesus memanjatkan Doa secara serius kepada Tuhan untuk menyelamatkan dia dari kematian:

"In the days of his earthly life, he offered up prayers, with loud cries and tears to God who was able to save him from death" #47 (Hebrews 5:7) (Pada hari-hari terahir kehidupanya di Bumi, Dia berdo kepada Tuhanya yang telah menyelamatkan dia dari kematian, sambil menagis keras dan mencucurkan air mata.)

Ayat ini merupakan ayat yang sangat penting yang menyatakan bahwa, begitu mendengar doanya Yesus, Tuhan lalu menyelamatkan dia dari kematian. Dengan kata lain Yesus tidak mati di atas salib. Gereja bisa saja mengatakan bahwa doa tsb di panjatkan Yesus kepada Tuhan semesta alam di dalam kuburan sebelum dia dibangkitkan. Namun hal ini bertentangan dengan kalimat "kehidupanya di bumi". Kalimat ini menunjukan kehidupanya di muka bumi bukan mati di dalam kuburan.

Kesimpulan yang sama bisa ditarik dari kalimat terkenal di Psalms:

"Tuhanku-Tuhanku, mengapa engkau melupakan aku? Sejak Aku engkau jadikan dengan dilahirkan dari rahim ibuku. Engkau selalu menjadi Tuhanku, Janganlah Engkau menjauhiku karena bahaya telah mendekatiku, karena tidak ada seorangpun yang akan menolong. Karena aku telah dikelilingi anjing-anjing, karena orang-orang yang jahat telah mengepungku, tetapi Engkau, o Tuhan janganlah engkau tinggalkan aku "" Engkau telah menjawab do'a ku (Psalms 22)

Kalimat Engkau telah menjawab do'aku menunjukan bahwa Tuhan telah menolong Yesus dari kematian.

Ayat-ayat lain menyatakan bahwa Tuhan telah mengangkat Nyawa/Rohnya Yesus sebelum penyaliban dilaukan, shg yang disalib oleh pasukan Roma tidak lebih cuma jasad yang tidak bernyawa (seperti dlm keadaan koma sebelum mati) Pandangan yang menunjukan Tuhan maha penyayang ini di dukung oleh ayat-ayat lain sbb:

"Tetapi Engkau, Tuhan kasihanilah aku, dan angkatlah aku keatas, shg aku bisa mebalasnya ". Musuh-musuhku tidak menguasai aku" (Psalms 41:10-11)

kalimat angkatlah aku keatas shg musuhku tidak menguasai aku juga mendukung pernyataan bahwa Yesus diangkat keatas sebelum musuhnya menguasai dirinya.

Bukti lain yang menguatkan pandangan ini adalah ditemukanya sebuah Guci dari tanah merah pd th 1945 oleh seorang petani Mesir di desa "Nag Hammadi", yang berisi 13 gulungan papyrus yang berisi tulisan apa yang sekarang terkenal dengan Injil Thomas. Arti penting dari Injil ini karena Injil ini bebas dari revisi dan sensor dari Orang-orang/Pemerintah Roma ortodox. Dalam cuplikan berikut Yesus berbicara sbg orang pertama:

(Aku tidak menyerah kepada mereka seperti yang mereka rencanakan ".. dan tidak pula aku mati secara sungguh-sungguh tetapi cuma nampaknya saja, biarkan aku dipermalukan oleh mereka ".. karena kematianku yang mereka sangka , sesungguhnya mereka dalam kesalahan dan dalam kebutaan, karena mereka sering mengirim orangya kekematian ".. ini bukan kasus yang seperti itu) " #50 (The Holy blood and the Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln p. 403)

Kalimat "aku tidak mati sungguh-sungguh" membenarkan bahwa Roh/Nyawa Yesus diangkat sebelum Yesus disalib.

Disisi lain, Injil Barnabas, bukan seperti 4 Injil lainya yang terkenal (Mathius, markus, Lukas dan Yohanes), merupakan Injil yang ditulis oleh orang yang hidup semasa nabi Isa /Yesus masih hidup. Barnabas dinyatakan dalam Injil dengan kalimat:

"Barnabas was a good man, full of the Holy Spirit and faith." #51 (The Acts
11:24) (Barnabas adalah orang yang baik, penuh dengan iman dan Roh Kudus)

Yang menarik disini, walaupun Injil barnabas ini menyokong pendapat bahwa Yesus tidak mati di atas Salib, namun mengungkapkan interprestasi lain. Menurut Injil ini terjadi penggantian dimana Yudas di dimripkan seperti Yesus olah Tuhan, sehingga dia yang di tahan dan kemudian di salib oleh Orang Roma.

Di awal th 1907, terjemahan Injil Barnabas dlm bahasa Inggris di terbitkan oleh Oxford University Press, namun secara misterius semua cetakan terjemahan Injil ini menghilang dipasaran. Sekarang Injil Barnabas ini hanya tersisa dua buku yang satu tersimpan di British Museum dan yang satu di Perpustakaan Congress di Woshington.

Pentingnya perbedaan kata Rising/Kenaikan dan Resuraction/Kebangkitan:

Kenaikan Yesus bisa terjadi sewaktu Yesus masih hidup, shg dia diselamatkan, sedangkan kebangkitan , kita menemukan, bahwa tidak mungkin terjadi sebelum Yesus wafat terlebuh dahulu. Dari sudut pandang semua ayat yang menyatakan tentang kenaikan Yesus dan diselamatkanya dari kematian, bukti ini lebih menguatkan bahwa kenaikan Yesus oleh Tuhan adalah dalam keadaan hidup dengan maksud untuk menyelamatkan dari kematian. ( Bersambung )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Akhlak (18) Bibel (6) Dakwah (38) Hak Azazi Manusia (13) Islam (23) Jihad (17) Kristen (19) Liberalisme (46) Mualaf (9) Muslimah (15) Natal (2) Orientalis (8) Peradaban (42) Poligami (9) Politik (29) Ramadhan (10) Rasulullah (22) Ridha (4) Sejarah (38) Tasawuf (24) Tauhid (16) Tawakal (3) Teroris (12) Trinitas (8) Yahudi (36) Yesus Kristus (34) Zuhud (8)