Peta Konspirasi Irasional Amerika Terhadap Islam






Peta opini yang berkembang di Negara-negara arab dan Islam pada umumnya, mengarah kepada persefsi sebuah hakikat politik radikal external musuh Islam dengan berbagai indikasi yang semakin signifikan dan akan sangat membahayakan kondisi umat Islam internasional – baik di Negara mayoritas muslim atau minoritas – kalau mereka tidak tanggap terhadap kondisi yang berkembang itu

Methode Systematis;

Indicator kuat yang mengarah kepada kemungkinan konspirasi irasional dan busuk dengan tujuan menghancurkan Islam dan Timur Tengah pada khususnya nampak dari usaha yang dilakukan oleh Amerika untuk menjadikan semua orang Islam dan arab target pemusnahan dengan dalih demokratisasi dan terorisme internasional. Semua elemen arab dan Islam menjadi target utama mereka baik penguasa dan juga rakyatnya. Hal yang mengancam semua eksistensi dan kondisi juga keamanan dan keselamtan nyawa umat Islam. Juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas politik Islam yang sedang berjalan.

Bahkan lebih dari itu, aksi konsiprasi radikal Amerika ini akan menjadi ancaman serius atas kepunahan peradaban umat Islam, seperti yang kita saksikan dalam perang Irak dimana terjadi penjarahan perpustakaan Baghdad – yang terkesan disengaja oleh pasukan AS – yang menyimpan literatur Islam klasik tak tergantikan. Pemusnahan Islam dan arab ini akan mereka lakukan melalui beberapa factor;

Memperkuat hegemoninya di dunia Islam dan arab dengan menguasai berbagai sumber daya alam, industri, investasi, ekonomi, politik, persenjataan dan militer. Sehingga bisa mengatur seluruh tatanan dan arah politiknya. Bahkan bisa mengatur seluruh sisi kehidupan termasuk pendidikan. Sehingga mereka bisa menekan negera-negara Islam untuk merubah kurikulum pendidikan sesuai dengan visi dan misi Amerika dan Israel. Contoh yang paling actual pasca insiden 11 September adalah penghapusan bab jihad dari fiqh Islam di universitas Al Azhar Mesir dan penekanan terhadap rektornya untuk merubah kata "Jami Al Azhar (bentuk Mudzakkar/tanpa ta marbuthoh) menjadi "Jamiatu Al Azhar" menjadi bentuk Muannats (perempuan). Hal ini mereka lakukan sebagai langkah awal mengebiri system pendidikan Islam.

Penataan ulang kawasan Islam dan arab untuk memaksimalkan proyek "devide et imvera" dan politik belah bambu. Memecah belah Negara Islam menjadi Negara-negara kecil yang lemah. Dan menciptakan konflik antara sesama Negara Islam dan arab, untuk memutus tali rekonsiliasi, afiliasai politik dan diplomatic antara Negara tersebut. Yang akan menciptakan kondisi perpolitikan terputus antara Negara Islam dan arab. Apabila proyek ini tercapai, maka kesatuan dan ukhuwah islamiyah – unsure penting dan dominant dalam kekuatan umat Islam – akan terputus. Semua Negara Islam dan arab akan berjalan dengan asas nasionalisme dan kesukuan. Proyek ini juga sangat strategis, karena Amerika secara defakto seolah tidak terlibat dalam penghancuran dunia Islam dan arab.

Mengadakan satu sarana dan fasilitas penghancuran umat Islam dari dalam kawasan mereka sendiri. Dalam hal ini maka akan mendukung penuh Israel – secara teknologi, militer, ekonomi dan loby politik internasional seperti di PBB – sebagai Negara penjajah Timur Tengah. Sebagai senjata ampuh yang akan digunakan sebagai umpan matang yang mengoyak tubuh umat Islam di Timur Tengah khususnya. Dukungan penuh terhadap Israel dalam persefsi Amerika adalah mutlak untuk menjamin eksistensinya agar menjadi Negara super power di kawasan Islam dan arab.

Selain itu, Amerika juga memprogram Israel untuk dijadikan sebagai "pisau" tajam yang akan menghancurkan arab dan Islam dari segala penjuru. Israel juga akan dijadikan sebagai tempat pengembangan senjata kimia dan biologi untuk menekan rakyat Palestina dan Negara tetanggannya untuk waktu jangka pendek dan umat Islam di masa yang akan datang. Dengan menjadikan Israel sebagai markas militer dan pengembangan senjata pemusnah masal Amerika, maka semua Negara Islam dan arab akan merasa tertekan untuk menuruti semua tekanan politiknya.

Maka apabila seluruh rencana dan proyek penghancuran dunia Islam dan arab berjalan sesuai dengan rencana Amerika, maka beberapa tahun ke depan, Israel akan berdiri menjadi Negara super power bahkan lebih kuat dari Amerika sendiri. Di mana kekuatan Islam dan arab sudah punah dan sama sekali tidak memungkinkan mereka mengadakan perlawanan yang kuat kepada hegemoni Israel-Amerika. Dengan demikian, maka semua aksi invasi, "penjarahan" kilang minyak dan investasi di Negara kaya minyak itu tidak ada rintangan berarti. Israel Amerika akan menjadi Negara yang hanya berhak untuk memroduksi seluruh kekayaan umat Islam dan arab tanpa satupun competitor yang bisa mencegahnya. Bahkan lebih buruk yang diprediksi tadi, ketika sekarang umat Islam dan arab lebih condong loyal dan "mengabdi" kepada kepentingan zionis Israel dan Amerika, tahun-tahun berikutnya semua kawasan Timur Tengah dan Islam akan menjadi salah satu bagian Negara Israel dan Amerika.

Semua tujuan Amerika sudah sangat nyata, sejak insiden 11 September 2001 yang lalu. Dengan dalih perang terhadap terorisme internasional yang mereka sebut sebagai ancaman perdamian global, bukan hanya menargetkan satu kawasan tanpa yang lainnya, tetapi semua kawasan Islam dan arab tanpa kecuali menjadi targetnya.

Sehingga kita saksikan perjalanan sejarah peradaban modern Amerika dengan teknologi dan persenjataan canggihnya, dengan berbekal arogansi kental penuh imajinasi ala superman dan Rambo, mulai dihiasai oleh warna merah darah umat Islam. Di Afghanistan, satu tahun yang lalu, puluhan ribu nyawa manusia tak berdosa menjadi tumbal arogansi imajisioner Amerika. Ribuan bangunan dan rumah penduduk luluh lantah, yang menghilangkan sarana dan prasaran kehidupan penduduk Negara tersebut. Setelah sukses membantai rakyat sipil secara fisik, Amerika kemudian menjalankan proyek selanjutnya dengan membentuk pemerintah boneka yang diserahkan kepada manusia setengah berakal "Hamid Karzai". Hal ini mereka lakukan untuk memusnahkan seluruh elemen sisi budaya, adat, akhlaq, idiologi, agama dan juga orisinalitas bangsa Afghanistan. Dengan munculnya pemerintah boneka, maka Amerika akan sangat gampang menciptakan peradaban baru untuk menggantikan peradaban "kuno" Islam dengan peradaban "modern" jahiliyah ala Amerika dan Barat.

Aksi agresi dan invasi yang dilakukan Amerika di Afghanistan berbarengan dengan intensitas aksi militer Israel di Palestina – dengan bantuan senjata buatan Amerika. Militer Israel dengan bebas – karena semua media sibuk meliput perang di Afghanistan – membantai rakyat Palestina bahkan tak terkecuali aktifis perdamaian dari Inggris dan Amerika sendiri yang menghalangi aksinya. Mereka juga memboldozer rumah penduduk dengan tanpa alasan yang jelas, menangkapi pejuang Palestina dan tidak jarang yang ditembak di tempat.

Berbarengan dengan itu semua, Amerika dengan loby politiknya, mampu menekan pusat pemerintah di dunia, untuk menangkapi para aktifis Islam yang mereka sebut sebagai garis ekstrim. Selain itu, baik Israel ataupun Amerika juga melancarkan proyek pembunuhan karakter Islam sebagai agama rasional menjadi agama radikal, fundamentalis dan bahkan dicap sebagai agama teroris. Proyek ini mereka lakukan dengan systematis melalui media cetak dan elektronik yang berada dalam jaringan media yahudi, sehingga mereka sukses membangun opini masyarakat internasional tentang Islam menurut persi mereka.

Konspirasi ini terus berlanjut dari satu episode ke episode yang berikutnya. Seperti kita saksikan, episode selanjutnya pasti lebih dramatis, sadistis dan anarkis. Dengan berbagai dalih yang irasional dan terkesan mengada-ada, Amerika – tanpa resolusi dan mandate dari DK PBB – membombardir Irak, membantai puluhan ribu rakyat sipil tak berdosa hanya demi kepuasan arogansinya.

Sementara di kawasan lainnya, tepatnya di benua Afrika, Amerika menekan pemerintah Sudan untuk menyetujui solusi damai ala Amerika dalam sebuah perjanjian untuk mengintervensi masalah konflik dengan gerakan sparatisme Kristen di Sudan Selatan yang notebene di dukung penuh oleh Amerika. Dalam hal ini, jelas Amerika mengingingkan agar Sudan selatan menjadi Negara merdeka dengan methode referendum yang akan berakhir dengan kemenangan mutlak kelompok Kristen, (seperti terjadi di Indonesia dalam hal ini Timor Timur, Pent, red). Proyek penghancuran dan pemecahan Sudah mempunyai target strategis untuk memisahkan antara kawasan Afrika Kristen dengan Afrika Islam, walaupun pada faktanya mayoritas penduduknya adalah Islam dan bahkan secara idiologi, adat dan tradisi benua itu lebih dekat kepada Islam.

Selain serangn secara militer ke beberapa Negara Timur Tengah, Amerika – melalui media – menyerang Negara yang lainnya dengan menuduhnya sebagai antek teroris internasional, karena mereka mendukung gerakan teroris secara financial, ataupun memberikan gerak luas kepada beberapa LSM untuk eksis di dalamnya. Bahkan Negara yang mempunyai sekolah yang alumnusnya dituduh teroris pun tidak lepas dari tekanan untuk menutup sekolah tersebut atau Negara itu dikategorikan sebagai teroris. Selain itu, Amerika juga menerapkan methode pembodohan umat Islam, tertinggal secara teknologi dan intelektual. Dengan demikian maka tidak ada ancaman serius dari arah Islam terhadap kecanggihan teknologinya.

Tindakan Preventif, Solusi dan Antisipasi

Melihat peta konspirasi systematis yang sedang berlangsung terhadap umat Islam dan arab, ada sebuah pertanyaan penting, apa yang harus dilakukan oleh umat Islam dan arab untuk mengantisipasi preseden buruk dari konspirasinya? Adakah solusi tepat untuk menggagalkan semua proyek busuk duet Amerika-Israel?...

Ada beberapa tindakan preventif Yang tidak perlu diperdebatkan lagi dalam mengantisipasinya;

Pertama: 
menata ulang kembali visi, misi dan persefsi Umat Islam dalam menjalani berbagai aspek kehidupannya, baik militer, ekonomi dan social politik. Ini merupakan pekerjaan prioritas dalam menangkal semua aksi jahat Amerika-Israel. Umat Islam harus mempunyai persefsi yang sama dalam menjalankan agamanya secara prinsipil. Walaupun mungkin secara detail atau dalam hal furuiyyah perbedaan tak terelakan, tetapi minimal bisa diantisipasi dengan toleransi kemadzhaban pluralistic. Karena dengan persefsi yang sama, umat Islam akan mampu menghilangkan semua batas perbedaan madzhab, fanatisme kesukuan, golongan dan organisasi demi kepentingan lebih besar.

Kesamaan persefsi juga harus terbangun dalam menyikapi idiologi dan akidah umat. Karena idiologi adalah factor paling menentukan dalam menjalankan syariat Islam secara orisinil. Ketika pun mereka harus berijtihad, maka tidak akan berbenturan dengan asas akidah syariat Islam.

Kedua: 
membangun kesatuan dan persatuan umat Islam. Pada hakikatnya, ketika visi, misi dan persefsi sudah sejalan, maka dengan sendirinya kesatuan umat Islam akan terbangun dengan kokoh.

Ketiga; 
untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan umat, maka harus membangun sikap toleransi dalam perbedaan. Sehingga semua elemen dalam umat Islam dari berbagai organisasi yang mejemuk dan heterogen bisa berjalan bersama dalam membangun kembali kejayaan umat Islam. Hal ini sangat signifikan dalam menuju tangga keberhasilan umat, karena sesungguhnya factor yang membuat semua proyek Amerika-Israel berjalan dengan lancer adalah perpecahan umat.

Pada prinsipnya, introspeksi secara internal dalam tubuh umat Islam menjadi factor dominant dalam mengantisipasi serangan konspirasi musuh Islam. Secara de fakto, umat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuhnya, yang membuat umat Islam hancur adalah karena kerapuhan yang terjadi dalam tubuh mereka sendiri.

2 komentar:

  1. Setidaknya artikel ini ada dalam pikiran saya,,,ternyata ada banyak kecocokan

    BalasHapus
  2. wah ternyata islam itu agama yang sempurna... saking sempurnanya jadi banyak musuhnya...

    BalasHapus

Akhlak (18) Bibel (6) Dakwah (38) Hak Azazi Manusia (13) Islam (24) Jihad (18) Kristen (19) Liberalisme (46) Mualaf (9) Muslimah (15) Natal (2) Orientalis (8) Peradaban (42) Poligami (10) Politik (29) Ramadhan (10) Rasulullah (22) Ridha (4) Sejarah (38) Tasawuf (24) Tauhid (17) Tawakal (3) Teroris (13) Trinitas (8) Yahudi (36) Yesus Kristus (34) Zuhud (8)