Apa itu Pokemon Go?






Apa itu Pokemon Go? Ini merupakan game berbasis augmented-reality yang dikembangkan oleh Pokemon Company bekerja sama dengan Nintendo dan Niantic.

Pokemon Go merupakan game gratis untuk Android dan iOS, mengizinkan pemainnya untuk menangkap Pokemon yang tersembunyi di berbagai lokasi dunia nyata.

Permainan terbaru yang diluncurkan John Hanke di AS, Australia dan New Zealand ini telah menyedot perhatian dunia, tak terkecuali Indonesia. Yang, meskipun belum rilis secara resmi, Pokemon Go sudah dikejar-kejar oleh gamer di Indonesia.

Di Indonesia, Pokemon Go belum dirilis, namun banyak gamer yang mengunduh aplikasi game ini melalui APK (Android application package) yang disebar di situs-situs teknologi dan game.

Sisi yang mungkin menarik dari Pokemon Go adalah kamera dan GPS harus on, dan gamer mesti jalan-jalan, untuk selanjutnya hunting pokemon yang bisa muncul di kamera mereka dengan bola master yang juga virtual.

Namun, bagaimanakah kita melihat Pokemon Go ini? Berikut untung rugi bermain Pokemon Go.

Keuntungan (masih sangat relatif, apakah bisa disebut benar-benar menguntungkan) bermain Pokemon Go.
  1. Membuat Anda bisa punya aktivitas gerak, yakni dengan jalan-jalan.
  2. Tidak ketinggalan trend.
  3. Mengerti perkembangan teknologi.
Kerugian bermain Pokemon Go.
  1. Memakan waktu, baterai, pulsa internet, alias semakin boros dalam beberapa segi.
  2. Membuat pemain Pokemon Go kurang antusias atau malas mengerjakan tugas, terutama jika di dalam ruang kerja pun masih asyik bermain Pokemon Go
  3. Rawan bahaya berjalan di tempat bebas, apalagi sampai ke tepi jalan raya, tepi jurang atau bahkan tebing.
  4. Bisa menimbulkan rasa ingin terus bermain (kecanduan).
  5. Berpotensi mengganggu orang lain, terutama kala harus mengejar Pokemon ke tempat umum dan tempat orang lain, seperti masuk halaman rumah orang, berdiri di depan pagar orang, dan lain sebagainya.
  6. Bisa kehilangan kontrol diri karena sangat asyik bermain, sehingga abai terhadap keadaan sekitar.
  7. Jika dilakukan sambil mengemudikan roda empat, sangat bisa membahayakan diri dan orang lain.
  8. Melebihi batasan bermain, dimana bermain game bukan lagi karena suka, tapi benar-benar butuh alias tidak bisa kalau tidak main game.
  9. Bermain Pokemon Go ditengarai memberikan data di sekitar kita, termasuk identitas diri kepada pihak asing, karena kita memberikan sinyal tentang diri kita, aktivitas kita, dan lingkungan kita. Pokemon Go dengan sendirinya bisa menghimpun big data dari para user dan lingkungannya untuk keperluan bisnis mereka dan menarik investor serta keperluan peta digital yang lebih detail.
  10. Dan, yang mesti disadari, game diciptakan dengan target utama menyasar kebutuhan psikologi manusia, sehingga mereka akan teringat dan selalu ingin bermain. Inilah yang menjadikan game terus berkembang sesuai dengan ekspektasi mereka yang benar-benar tidak bisa lepas dari game.
Namun sisi yang cukup ironis di negeri ini adalah, media mainstream tidak mau ketinggalan memberitakan Pokemon Go yang menurut Henri Subiakto Staf Ahli Menteri Kominfo semakin media membahas Pokemon Go, semakin mempromosikan Pokemon Go secara gratis untuk bangsa ini. Dengan kata lain, belum apa-apa, sikap kita telah memberikan keuntungan cuma-cuma kepada orang atau bangsa lain.

Terakhir, catatan yang tidak kalah penting untuk kita adalah apa yang disampaikan oleh Pakar Neuropsikologi dalam sebuah talk show di sebuah televisi Ahad (17/07/2016) bahwa seberapapun besar seseorang melakukan kontrol terhadap dirinya, tetap saja ia tidak akan mampu sepenuhnya lepas dari handphone untuk selanjutnya “berperang” dalam otaknya antara memilih main atau tidak.*/Imam Nawawi, berbagai sumber di hidayatullah .com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhlak (18) Bibel (6) Dakwah (38) Hak Azazi Manusia (13) Islam (24) Jihad (18) Kristen (19) Liberalisme (46) Mualaf (9) Muslimah (15) Natal (2) Orientalis (8) Peradaban (42) Poligami (10) Politik (29) Ramadhan (10) Rasulullah (22) Ridha (4) Sejarah (38) Tasawuf (24) Tauhid (17) Tawakal (3) Teroris (13) Trinitas (8) Yahudi (36) Yesus Kristus (34) Zuhud (8)